Bagian pertama tulisan ini saya buat di mesin Dell Vostro A840 yang sudah terinstall lucid beta. Adapun test bed ini memiliki spesifikasi utama bisa dilihat di sini
Selengkapnya untuk “isi” perut lainnya bisa dilihat dari hasil lspci berikut :
00:00.0 Host bridge: Intel Corporation Mobile PM965/GM965/GL960 Memory Controller Hub (rev 0c)
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (rev 0c)
00:02.1 Display controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (rev 0c)
Banyak orang yang masih ragu untuk menggunakan Linux sebagai Default Operation Systemnya…salah satu faktor yang biasa menjadi kendala adalah sulitnya proses installasi. Pada kenyataannya, proses instalasi atau cara instalasi Operation System berbasis Linux tidaklah sesulit yang dibayangkan, bahkan jauh lebih mudah dari proses installasi Operation System lainya. Yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah kemauan untuk melakukannya, tidak dibutuhkan sebuah keberanian, karena menginstall Distro Linux bukan seperti terjun kemedan perang… :p
Seharusnya kita samasekali tidak perlu khawatir, karena ada banyak tutorial yang dibuat oleh komunitas dan pengembang Varian Linux itu sendiri. Dukungan untuk para pengguna Linux tidak pernah putus, semuanya bisa kita dapatkan dengan mudah. Contohnya sekarang, anda bisa dengan mudah mendapatkan tutorial cara installasi Operation System berbasis Linux, OpenSUSE :
Pada tanggal 25 maret lalu OpenSUSE sudah merilis OpenSUSE 11.3 milestone 4, huah… ini menjadi bagian tersulit bagi saya… hahaha… bener-bener dilema melanda jiawa dan raga, pengen banget nyoba ketangguhanya, tapi apa daya, dengan kondisi Bandwidth sekarang masih belum memungkinkan untuk mendownload file yang besarnya lebih dari 4GB, selalu ga puas kalo pake LiveCD… Terpaksa harus bersabar menunggu final release-nya pada tanggal 15 juli 2010 nanti… hufff…
Banyak yang berubah di OpenSUSE 11.3 nantinya. Ini benar-benar berita yang menggembirakan, terutama bagi pengguna distro generasi awal ini. Di versi terdahulunya 11.2, OpenSUSE sudah banyak mengalami perbaikan disana-sini dan mendapat banyak pujian dari para pengguna maupun pemerhati dunia OpenSource. Saya sendiri merasa sangat puas menggunakan distro ini pada versi 11.2, perbedaannya sangat jauh dengan versi sebelumnya. Contoh kecil bisa dirasakan pada BootTime nya, jika versi sebelumnya butuh waktu lebih dari 1 menit, maka untuk versi 11.2 sudah jauh lebih cepat… Dan masih banyak lagi perbedaan yang membuat saya semakin sayang sama si SUSE inih.
Bagi kawan yang ingin meng-install Ubuntu 9.10 berikut ini adalah tutorial dasarnya. Sebenarnya memang agak terlambat, karena bulan April ini akan di release Ubuntu 10.4 Lucid Lynx, namun cara meng-install Ubuntu dari versi ke versi tidaklah jauh berbeda sehingga tutorial berikut bisa sangat membantu kita saat meng-install Ubuntu 10.4 nanti.
Menyiapkan Ubuntu CD Image
Untuk meng-install Ubuntu di perlukan CD install Ubuntu yang bisa di download di http://www.ubuntu.com/getubuntu/download. Setelah di download, file hasil download tersebut di burn ke CD. Ubuntu CD Image sudah siap digunakan untuk meng-install Ubuntu.
Linux. Satu kata yang masih asing bagi kebanyakan orang. Bahkan banyak pula yang hanya sekedar pernah mendengar tentang Linux tapi tidak benar-benar mengerti apa itu Linux. Linux merupakan sebuah sistem operasi yang bertipe UNIX. Sebagai sistem operasi, Linux memiliki tugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Hal ini membuat Linux sejajar dengan sistem operasi lain seperti Windows XP, Vista, Windows 7, ataupun Mac OS.
Hal-hal berikut akan memberikan gambaran umum mengenai alasan kenapa begitu banyak orang menggunakan Linux sebagai Sistem Operasi mereka.
Ubuntu ganti penampilan ??? Hal itu yang pertama terbersit di benak saya sewaktu baca postingan teman-teman di milis id-ubuntu. Apa karena ikut-ikutan www.linuxpontianak.org yang baru aja ganti penampilan ??…..hahahaha….kepedeaan ya ??…
Tapi setelah melihat link ini dan ini saya jadi mudeng ada apa dibalik mundurnya Mark Shuttleworth sebagai CEO Canonical ditengah-tengah maraknya “persaingan” Windows 7 vs Lucid vs Snow Leopard…seperti yang diberitakan dalam blog pribadinya.

Canonical sedang mempersiapkan diri untuk lebih serius dalam persaingan OS atau mungkin lebih dari itu, who knows ? Mark selalu membuat gebrakan yang tidak terduga. Bahkan akan ada rumors yang berkembang dibeberapa milis dalam dan luar negeri bahwa “Apakah Canonical akan menjadi the next Microsoft ?”…..dalam beberapa hal mungkin saja. Yang jelas semoga Ubuntu will stay free..
Aduhh jadi gak sabaran nunggu rilis Lucid Lynx
)
Setelah seharian mengroprek, akhirnya bisa online juga linuxpontianak.org yang merupakan migrasi dari plugweb.wordpress.com dengan tampilan baru.
Mudah-mudahan bisa lebih mengakomodir kebutuhan informasi para linuxer khususnya di Kalimantan Barat. Untuk itu mohon komentar dan masukannya baik berupa usulan fitur, widgets atau apalah….(mo donasi juga boleh…hehehe)…agar website ini bisa lebih bermanfaat bagi kita semua.
Viva OpenSource !
Gnomenu merupakan sistem menu pada gnome yang mengintegrasikan akses menu ke dalam satu tombol. Memang sistem serupa sudah ada pada applet gnome, namun masih kurang catchy.
Ok langsung aja, cara instalasi gnomenu di Ubuntu adalah dengan menambahkan repository launchpad ppa berikut ke sources.list :
deb http://ppa.launchpad.net/gnomenu-team/ppa/ubuntu karmic main
Trus lakukan update dan install gnomenu :
sudo apt-get update
sudo apt-get install gnomenu
Gnomenu bisa ditambahkan pada gnome panel melalui pop menu add to panel.
Untuk mengkonfigurasi gnomenu, misalnya mengubah icon dan themes bisa dilakukan melalui klik kanan pada icon menu dan pilih preferences.
Kabar yang menggembirakan sekalian mengejutkan datang dari raksasa search engine…siapa lagi kalo bukan GOOGLE. Berdasarkan yang kami sadur dari sini disebutkan bahwa source code dari Google Chrome OS akan dibuka dalam tahun ini, sedangkan rilisnya baru akan dimulai semester kedua 2010. Komunitas OSS bahkan sudah memberikan “whish list” atas feature apa yang diharapkan dari os terbaru ini.

Yang jelas, jagat software akan semakin semarak dengan akan hadirnya jabang bayi OS yang satu ini. Mengingat kesuksesan Google dalam membuat web browser Chrome yang hebat itu.