VirtualBox merupakan salah satu tools yang sangat powerfull untuk virtualisasi, terutama bagi anda yang tidak ingin dipusingkan dengan mengedit/merize/membuat partisi baru pada HDD anda. Dengan menggunakan VirtualBox, anda bisa melakukan banyak hal, diantaranya anda dapat menginstall Operation System lainya tanpa mengganggu default operation system yang terinstall secara fisik di komputer atau laptop anda. Singkatnya, VirtualBox bisa berfungsi sebagai Komputer Virtual.
Alhamdullilah, tanggal 27 Maret 2010 pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB di kediaman Farly Detrias, S.Kom selaku pembina PLUG telah terselenggara rapat pembentukan kepengurusan yang dihadiri oleh 10 orang dan berdasarkan dialog, saran serta argumentasi yang disampaikan teman-teman, akhirnya terbentuklah kepengurusan PLUG yang baru.
Pada kepengurusan yang baru ini sengaja dibuat sederhana (baca : minimalis) mengingat kegiatan PLUG yang belum terlalu banyak dan juga disepakati bahwa jika diperlukan maka akan ada penambahan seksi-seksi baru.
Banyak orang yang masih ragu untuk menggunakan Linux sebagai Default Operation Systemnya…salah satu faktor yang biasa menjadi kendala adalah sulitnya proses installasi. Pada kenyataannya, proses instalasi atau cara instalasi Operation System berbasis Linux tidaklah sesulit yang dibayangkan, bahkan jauh lebih mudah dari proses installasi Operation System lainya. Yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah kemauan untuk melakukannya, tidak dibutuhkan sebuah keberanian, karena menginstall Distro Linux bukan seperti terjun kemedan perang… :p
Seharusnya kita samasekali tidak perlu khawatir, karena ada banyak tutorial yang dibuat oleh komunitas dan pengembang Varian Linux itu sendiri. Dukungan untuk para pengguna Linux tidak pernah putus, semuanya bisa kita dapatkan dengan mudah. Contohnya sekarang, anda bisa dengan mudah mendapatkan tutorial cara installasi Operation System berbasis Linux, OpenSUSE :
Pada tanggal 25 maret lalu OpenSUSE sudah merilis OpenSUSE 11.3 milestone 4, huah… ini menjadi bagian tersulit bagi saya… hahaha… bener-bener dilema melanda jiawa dan raga, pengen banget nyoba ketangguhanya, tapi apa daya, dengan kondisi Bandwidth sekarang masih belum memungkinkan untuk mendownload file yang besarnya lebih dari 4GB, selalu ga puas kalo pake LiveCD… Terpaksa harus bersabar menunggu final release-nya pada tanggal 15 juli 2010 nanti… hufff…
Banyak yang berubah di OpenSUSE 11.3 nantinya. Ini benar-benar berita yang menggembirakan, terutama bagi pengguna distro generasi awal ini. Di versi terdahulunya 11.2, OpenSUSE sudah banyak mengalami perbaikan disana-sini dan mendapat banyak pujian dari para pengguna maupun pemerhati dunia OpenSource. Saya sendiri merasa sangat puas menggunakan distro ini pada versi 11.2, perbedaannya sangat jauh dengan versi sebelumnya. Contoh kecil bisa dirasakan pada BootTime nya, jika versi sebelumnya butuh waktu lebih dari 1 menit, maka untuk versi 11.2 sudah jauh lebih cepat… Dan masih banyak lagi perbedaan yang membuat saya semakin sayang sama si SUSE inih.
Cairo Dock merupakan docking panel yang menyerupai tampilan panel pada Mac OSX. Panel ini biasa digunakan untuk menampung desktop shortcut icon sehingga tidak “mengotori” desktop anda. Berbagai animasi dan effect tersedia pada cairo dock sehingga dapat membuat kagum anda atau teman-teman anda.
Syarat utama menggunakan cairo-dock adalah Compiz harus terinstall dan berfungsi dengan baik. Jika hardware anda tidak mampu menjalankan compiz maka lupakan cairo-dock (untuk sementara)

Install Ubuntu di FD
Tutorial berikut ini akan memandu kita bagaimana meng-install Ubuntu ke Flash Drive (Flashdisk) melalui Windows. Dengan di-install ke Flashdisk, Ubuntu dapat langsung di boot dan dijalankan dari Flashdisk sama seperti jika ter-install pada Harddisk. Yang perlu diingat adalah proses instalasi ini memanfaatkan file casper-rw loopback image untuk menyimpan dan me-restore perubahan pada subsequent boots secara terus menerus. Sebelum memulai proses instalasi, kita perlu menyiapkan hal-hal berikut ini:

Swiftfox
Satu lagi browser yang patut di pertimbangkan jika kita menginginkan keamanan dan kecepatan lebih dari Firefox. Swiftfox adalah versi optimalisasi dari Firefox; browser Firefox yang telah dimodifikasi dan di compile ulang sehingga mampu bekerja lebih cepat ketimbang Firefox versi aslinya. Uniknya browser ini dibangun spesifik untuk masing-masing type processor dari AMD dan Intel. Konsumsi memory dari Swiftfox bisa hemat hingga 50% dari Firefox, dan kabar baik lainnya adalah semua add-ons, extensions/plugins dan settingan/customize buat Firefox dapat digunakan di Swiftfox.Pengguna Windows harus gigit jari untuk browser yang satu ini karena memang hanya dibuat untuk GNU/Linux.
Bagi Linux-user yang ingin menginstall-nya, langsung aja ke link berikut :
Bagi kawan yang ingin meng-install Ubuntu 9.10 berikut ini adalah tutorial dasarnya. Sebenarnya memang agak terlambat, karena bulan April ini akan di release Ubuntu 10.4 Lucid Lynx, namun cara meng-install Ubuntu dari versi ke versi tidaklah jauh berbeda sehingga tutorial berikut bisa sangat membantu kita saat meng-install Ubuntu 10.4 nanti.
Menyiapkan Ubuntu CD Image
Untuk meng-install Ubuntu di perlukan CD install Ubuntu yang bisa di download di http://www.ubuntu.com/getubuntu/download. Setelah di download, file hasil download tersebut di burn ke CD. Ubuntu CD Image sudah siap digunakan untuk meng-install Ubuntu.
Linux. Satu kata yang masih asing bagi kebanyakan orang. Bahkan banyak pula yang hanya sekedar pernah mendengar tentang Linux tapi tidak benar-benar mengerti apa itu Linux. Linux merupakan sebuah sistem operasi yang bertipe UNIX. Sebagai sistem operasi, Linux memiliki tugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Hal ini membuat Linux sejajar dengan sistem operasi lain seperti Windows XP, Vista, Windows 7, ataupun Mac OS.
Hal-hal berikut akan memberikan gambaran umum mengenai alasan kenapa begitu banyak orang menggunakan Linux sebagai Sistem Operasi mereka.
Ubuntu ganti penampilan ??? Hal itu yang pertama terbersit di benak saya sewaktu baca postingan teman-teman di milis id-ubuntu. Apa karena ikut-ikutan www.linuxpontianak.org yang baru aja ganti penampilan ??…..hahahaha….kepedeaan ya ??…
Tapi setelah melihat link ini dan ini saya jadi mudeng ada apa dibalik mundurnya Mark Shuttleworth sebagai CEO Canonical ditengah-tengah maraknya “persaingan” Windows 7 vs Lucid vs Snow Leopard…seperti yang diberitakan dalam blog pribadinya.

Canonical sedang mempersiapkan diri untuk lebih serius dalam persaingan OS atau mungkin lebih dari itu, who knows ? Mark selalu membuat gebrakan yang tidak terduga. Bahkan akan ada rumors yang berkembang dibeberapa milis dalam dan luar negeri bahwa “Apakah Canonical akan menjadi the next Microsoft ?”…..dalam beberapa hal mungkin saja. Yang jelas semoga Ubuntu will stay free..
Aduhh jadi gak sabaran nunggu rilis Lucid Lynx
)